© 2026 Zulman · ZulStories · zulman.netlify.app · Dilindungi UU No. 28 Tahun 2014 ◀ Kembali ke ZulStories Thriller · Misteri

Foto yang Kosong

Yang tidak terlihat mata belum tentu tidak ada // ZulStories · Rilis 2026 · Karya: Zulman

Dimas baru sadar ada yang salah setelah foto ketiga. Foto pertama dianggap gangguan cahaya — sosok berdiri di sudut ruangan yang seharusnya kosong, siluet yang tidak jelas. Foto kedua dikira pantulan cermin. Tapi foto ketiga diambil di lapangan terbuka tanpa cermin dan tanpa alasan logis apapun, dan sosok itu ada lagi — berdiri di kejauhan, menghadap langsung ke kamera.

— Awal —

Dimas fotografer pernikahan. Pekerjaannya mendokumentasikan momen-momen bahagia, yang berarti mayoritas harinya dihabiskan di antara orang-orang yang sedang berbahagia dengan lampu-lampu yang cantik dan musik yang menyenangkan. Bukan profesi yang biasanya bersinggungan dengan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan.

Sampai bulan Maret itu.

Pernikahan pertama: sosok di sudut ruang ballroom yang penuh tamu. Dimas menghapus fotonya — dianggap glitch kamera.

Pernikahan kedua, dua minggu kemudian: sosok di taman outdoor, berdiri di balik kerumunan tamu. Kali ini lebih jelas. Tinggi, pakaian gelap, wajah tidak terlihat karena menghadap ke arah lain — ke arah kamera Dimas.

Pernikahan ketiga: lapangan golf, tidak ada tempat bersembunyi dalam radius lima puluh meter dari titik foto. Sosok itu berdiri dua puluh meter di belakang pengantin, menghadap langsung ke lensa. Dan kali ini — untuk pertama kalinya — Dimas bisa melihat sesuatu di wajah sosok itu. Bukan ekspresi yang jelas, hanya kesan bahwa sosok itu sedang menatap balik.

Ada perbedaan antara mengambil foto dan difoto. Dimas mulai merasa dia sudah terlalu lama bingung tentang siapa yang sebenarnya sedang melakukan apa.
— Investigasi —

Dimas mulai mengumpulkan semua foto dengan anomali itu. Lima belas foto dari tujuh event yang berbeda, rentang waktu dua bulan. Dia minta pendapat fotografer lain — semuanya bilang tidak ada masalah teknis dengan kamera. Dia konsultasi ke ahli foto digital — tidak ada tanda manipulasi.

Yang membuat tidurnya terganggu bukan kehadiran sosok itu. Tapi satu detail yang baru dia sadari setelah menyusun semua foto berdampingan: sosok itu tidak pernah ada di foto yang diambil fotografer lain di event yang sama. Hanya di foto Dimas. Dan dalam setiap foto, jarak antara sosok itu dan kamera selalu sama persis — dua puluh meter.

— Malam Terakhir —

Event terakhir sebelum Dimas memutuskan berhenti sementara dan periksa ke psikiater: pesta ulang tahun di villa pinggiran kota. Dimas mengambil foto, memeriksa hasilnya langsung di layar kamera setelah setiap jepretan.

Sosok itu tidak ada di foto manapun malam itu. Dimas merasa lega yang tidak masuk akal besarnya.

Sampai dia memeriksa foto terakhir yang diambil — selfie tidak sengaja saat mengecek kamera. Latar belakangnya ruangan kosong yang pencahayaannya remang.

Dua puluh meter di belakang Dimas, dalam foto itu, sosok itu berdiri. Menghadap kamera. Dan untuk pertama kalinya dalam semua foto yang pernah Dimas ambil — sosok itu tersenyum.

Dimas menghapus semua fotonya malam itu. Berhenti sebagai fotografer pernikahan. Pindah kota.

Tapi kadang, ketika dia mengambil foto apapun dengan HP-nya sekarang, dia selalu periksa latar belakang dua kali sebelum menyimpannya.

Hanya untuk memastikan.

— T A M A T —
© 2026 Zulman · Foto yang Kosong · ZulStories
Pertama dipublikasikan di zulman.netlify.app · Dilindungi UU No. 28 Tahun 2014